Data Statistik Pertanian dan Peternakan Tahun 2025

Data Statistik Pertanian dan Peternakan Tahun 2025

Penerbit: Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan

Pencapaian pembangunan Pertanian sebagai bagian dari pembangunan nasional tidak terlepas dari ketersediaan data yang berkesinambungan dalam berbagai tahapan pembangunan ketahanan pangan, mulai dari perencanaan, pemantauan hingga evaluasi. Tersedianya data statistik pertanian merupakan hal yang sangat mendasar untuk digunakan sebagai tolok ukur dalam mengestimasi dan menilai keberhasilan pembangunan Pertanian dan ketahanan pangan, serta memprediksi situasi ketahanan pangan sebagai isyarat dini untuk upaya perbaikan sehingga statistik pertanian sangat diperlukan dalam mencapai tujuan dan sasaran pembangunan pertanian. Ketersediaan data secara time series merupakan bagian penting dalam perencanaan, evaluasi dan pengendalian kegiatan dari suatu manajemen program. Melalui statistik yang tersedia secara cepat, akurat, dan dapat diyakini kebenarannya diharapkan dapat memberikan ketepatan pengambilan keputusan oleh pimpinan diberbagai jenjang. Dalam era desentralisasi saat ini, pemerintah daerah mempunyai hak otonomi untuk mengatur, memecahkan permasalahan dan merumuskan kebijakan untuk wilayahnya masing-masing. Oleh karena itu ketersediaan data dan peningkatan kemampuan analisis sangat diperlukan di daerah terutama bagi instansi yang terkait dengan pertanian dan ketahanan pangan. Di sisi lain, terdapat berbagai permasalahan yang dihadapi terutama oleh daerah dalam pengumpulan data dan penyusunan statistik pertanian, yaitu: 1) belum tersediannya petugas yang khusus menangani data dan statistik di setiap desa, sementara petugas yang sudah ada masih memerlukan pelatihan khusus dan terkadang merangkap tugas lain; 2) dukungan sarana pengelolaan statistik masih kurang, baik software maupun hardware; dan 3) alokasi dana yang tersedia untuk mengumpulkan dan menyusun statistik pertanian dan ketahanan pangan masih terbatas. Data yang dibutuhkan dalam menyusun statistik dan menganalisis ketahanan pangan bersumber dari berbagai sektor dan sub sektor, sehingga sangat bergantung pada ketersediaan dan tingkat kevalidan data yang tersedia. Untuk menjamin kontinuitas data, perlu adanya koordinasi yang baik dengan para petugas pengumpul data statistik di lapangan, Walidata maupun pembina data. Mengingat pentingnya ketersediaan informasi pertanian dan ketahanan pangan terhadap kebijakan pemerintah baik di pusat maupun daerah khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir.