You are here: Home

Kabupaten Indragiri Hilir

Ratusan Rumah Diterjang Badai dan Hujan Es

TEMBILAHAN (RP)-Hujan badai, Sabtu (18/4) menerjang Tembilahan. Ratusan rumah, baliho dan billboard serta sarana publik dan pepohonan tumbang. Bahkan, sejumlah saksi mata menyatakan badai ini disertai dengan hujan es yang cukup keras. Ratusan rumah penduduk dan fasilitas umum rusak berat.
 
Hembusan angin ini memiliki kecepatan sangat tinggi, menimbulkan bunyi menderu. Sesaat sebelum kejadian, mendung sangat tebal dan suasana menjadi redup. Petir yang disertai dengan kilat sangat menakutkan warga, mereka banyak yang mengunci pintu berlindung di tempat yang aman.
 
Hembusan badai ini berlangsung sekitar tiga puluh menit lamanya. Namun kerusakan yang ditimbulkannya sangat parah.  Warga menyatakan tidak pernah mengalami kejadian seperti itu.
Pada Jalan Padupai Tembilahan, sedikitnya lima petak rumah tinggal warga hancur. Di Kampung Jawa, Jalan Pelajar, Jalan M Siap, Jalan Gerilya juga demikian, rumah milik warga hancur diterbangkan angin. Pada perumahan warga yang berada di tepian Sungai Indragiri kerusakannya juga parah.
 
Kaca Gemilang Plaza di Jalan Sudirman Tembilahan pecah dan terburai akibat kerasnya terpaan angin ini. Pecahan kaca itu jatuh pada badan jalan. Sedangkan beberapa baliho ukuran besar yang terpampang di sekitar sarana perbelanjaan itu tumbang.
 
Pintu gerbang Pelabuhan Pelindo, Kantor Dipenda lama dan Kantor Polres Inhil serta beberapa perkantoran lainnya ambruk. Sedangkan pepohonan banyak pula yang tumbang. Oleh warga, sejumlah pohon yang menghalangi jalan langsung dipotong dan disingkirkan ketika hujan sedikit reda.
 
Sejumlah asrama di Tembilahan turut pula mengalami kerusakan akibat terpaan angin itu. Gerobak milik pedagang yang terparkir saat kejadian, banyak yang berpindah tempat setelah hujan reda akibat hembusannya itu.
 
Sedihnya lagi, atap SMPN 1 Tembilahan Hulu juga tidak luput dari terpaan angin puting beliung itu. Kadis Pendidikan Inhil, Drs H Pahrolrozy MM begitu mendapat laporan langsung bertolak menuju ke lokasi. Sepanjang perjalanan, ia menyebut banyak pemukiman warga yang mengalami kerusakan pada bagian atap.
 
Sampai berita ini diturunkan, belum ada data pasti berapa bangunan dan sarana publik yang mengalami kerusakan.  Kadis PU Inhil, Ir HM Nasri MP bersama dengan beberapa orang stafnya terlihat mondar-mandir melakukan pemantauan untuk mendata berapa infrastruktur milik pemerintah yang mengalami kerusakan.
‘’Kita masih melakukan pendataan, apakah ada sarana sekolah lain yang mengalami kerusakan. Saat ini, SMPN 1 Tembilahan, merupakan sekolah yang tertimpa bencana akibat hembusan angin,’’ ujar Kadisdik, Drs H Pahrolrozy MM, Sabtu (18/4).
 
Sementara, Bupati Inhil H Indra Muchlis Adnan SH yang menerima laporan perihal musibah ini menyatakan rasa prihatinnya. Ia meminta kepada warga yang tertimpa bencana tabah dan bersabar. Selain itu, ia juga mengimbau warga memohon ampun kepada Allah SWT. Pasalnya segala sesuatu berasal dari-Nya.
 
Kepada Pemerintah Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu, Indra menginstruksikan segera melakukan pendataan. Sedangkan kepada Dinas Sosial Inhil, dia meminta supaya secepatnya merespon dan menyalurkan bantuan kepada mereka yang tertimpa musibah.
 
‘’Ini semua merupakan kekuasaan Allah SWT. Karena itu kita semua harus selalu melakukan introspeksi atas apa yang dilakukan selama ini. Saya turut prihatin atas musibah yang terjadi. Namun demikian, ini tidak boleh membuat kita berputus asa’’ kata Indra Muchlis Adnan.
 
Kemungkinan itu Memang Bisa Terjadi
Analisa BMG Pekanbaru, Yohanes Drajat, sedikit mengomentari, bencana yang terjadi di Tembilahan, secara teoritis itu bisa terjadi. Hal ini disebabkan, karena faktor panas yang tinggi, dan pertumbuhan awan konvektif cepat. Ini biasanya terjadi di daerah dataran rendah sampai menengah.
 
Sementara untuk angin puting beliung, dikatakannya susah untuk diprediksi karena kejadiannya begitu cepat. Saat ini, suhu panas untuk Riau untuk beberapa hari ke depan mencapai 33 sampai 34 derajat celcius.  “Dua hari ini, hujan tidak turun secara maksimal. Sehingga panas tinggi terjadi. ini adalah penyebab terjadinya bencana tembilahan yang merusak banyak bangunan itu,” jelas Yohanes.(yon/cr1/bud)