Air PDAM Bercampur Lumpur
Selasa, 14 April 2009 08:38
Sejak tiga hari terakhir, sejumlah warga di Tembilahan mengeluhkan air produksi PDAM Tirta Indragiri. Selain keruh juga berlumpur.
Untuk digunakan, warga harus mengendapkannya terlebih dahulu selama beberapa saat sampai air tersebut jernih. Apabila tidak, lumpurnya bakal menempel pada baju maupun peralatan rumah tangga warga. Semula pelanggan perusahaan daerah ini menduga karena tingginya curah hujan beberapa waktu belakangan.
Fenomena seperti itu biasanya kerap berlangsung saat intensitas curah hujan sangat tinggi. Saat seperti itu, lumpur Sungai Indragiri ikut hanyut kemudian disedot oleh pembangkit utama perusahaan daerah ini. Lantas kemudian menyebabkan dalam proses pendistribusian kepada pelanggan, ada di antara air produksi itu yang masih berlumpur.
Dirut PDAM Tirta Indragiri, Drs Kemas Yusferi yang dihubungi Riau Pos, Senin (13/4) mengungkapkan tidak ada persoalan dengan air produksi perusahaan tersebut. Dia menduga, penyebabnya karena bocornya persil rumah pelanggan sehingga tidak ada saringan lagi dimana air sekitarnya bercampur dengan air yang disalurkan ke tiap pelanggan.
‘’Seperti biasa, air produksi kita tidak ada permasalahan baik tingkat kejernihan maupun volume pasokannya. Barangkali beberapa warga kita yang mendapati air keruh itu karena persil di rumah mereka mengalami kerusakan. Itu yang harus dicek,’’ kata Kemas Yusferi, Senin (13/4).
Pemakaian bahan kimia seperti soda, tawas menurutnya tetap menuruti takaran yang sudah dilaksanakan selama ini. Kemas berjanji meneliti bagi pelanggan yang mendapatkan air produksi PDAM Tirta Indragiri keruh dan berlumpur itu. Setiap keluhan yang disampaikan pelanggan menurut dia akan tetap menjadi masukan.
Seluruh wilayah Inhil, karena terdiri dari rawa, kerap ditemukan adanya pipa yang bocor. Lantas kemudian air keruh di sekelilingnya ikut bercampur dengan air produksi perusahaan publik tersebut. Kondisi itulah yang kerap menyebabkan keruhnya aliran air. Terhadap hal seperti ini, setiap waktu PDAM Tirta Indragiri terus melakukan pemantauan untuk mengetahui ada tidaknya pipa yang mengalami kebocoran.
‘’Kami berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada warga. Baik untuk kualita air maupun ketepatan pengukuran terus kita perbaiki. Tujuannya supaya warga merasa nyaman dengan pelayanan yang kita berikan.
Pada sejumlah ruas jalan seperti di Jalan Mataram I Kelurahan Tembilahan, tampak terlihat satu unit pipa primer mengalami kebocoran. Rembesannya menerobos aspal hotmix di jalan tersebut. Ditengarai, hal ini turut mempengaruhi kualitas air yang disalurkan kepada pelanggan yang bermukim di sekitar kawasan ini.(izl)